
Sabtu, 26 November 2011

Kau bilang dirimu hebat dan kuat ibarat pahlawan,
Gagah perkasa seperti Badang,
Kau gunakan Hawa sebagai umpan,
Untuk membuktikan kelelakianmu yang hanya temberang.
Hawa…
Kau bangga dengan kecantikan lahiriah yang ada padamu,
Kau sanjung tinggi Adam yang terpikat dengan keindahan rupamu,
Kau tersenyum manis saat Adam melihat lenggok tubuhmu,
Tapi kau marah dan benci bila ada segelintir Adam yang menegurmu.
Adam…
Kadangkala kekacakan yang ada padamu,
Bisa membuat Hawa lemah dan cair ibarat ais terkena api,
Hati yang rapuh mudah luluh dan tunduk pada nafsu,
Jiwa yang halus mudah pula jatuh hati.
Hawa…
Iblis menggunakanmu sebagai umpan untuk memerangkap Adam,
Kau harus ambil kesempatan ini untuk memperdayakan Iblis,
Selamatkanlah Adam dari cengkaman api yang tidak akan terpadam,
Jatuhkanlah musuh Islam dengan akal satumu yang genius.
Adam…
Kata-kata manis nistamu bisa menggoda hati Hawa,
Senyum nakalmu membuatkan Hawa semakin suka,
Lembutmu dalam berkata membuatkan Hawa senang mendekatimu,
Sikap prihatinmu membuat Hawa tergilakan perhatianmu.
Hawa…
Sikapmu yang tidak endah menjadikan Adam berani terhadapmu,
Berani mengambil kesempatan untuk menyentuh maruahmu,
Ketidaktegasanmu membuatkan Adam semakin suka akan dirimu,
Hingga kau pun hanyut dalam dunia cinta palsu.
Adam…
Kau bilang akalmu sembilan mengalahkan nafsumu yang satu,
Gunakanlah akalmu itu untuk mendidik nafsumu yang boleh membinasakan Hawa,
Cerdikkanlah akalmu itu dengan berjihad menentang nafsumu,
Agar Hawa terpelihara sentiasa dalam jagaan taqwa.
Hawa…
Lenggok tubuhmu bisa membuat Adam terpaku dan mata menjadi sepi,
Lembut suaramu bisa mencairkan hati lelaki Adam,
Longgarkanlah pakaianmu agar tubuhmu tertutup rapi,
Tegaskanlah suaramu supaya syaitan tidak berpeluang merasuk Adam.
Oleh itu Adam…
Bersikap tegaslah dengan Hawa dalam setiap urusanmu,
Kau harus kuat dan sabar dalam membimbing Hawa yang semakin liar,
Kau harus teruskan perjuanganmu menentang hawa nafsumu,
Agar nafsu Hawa tidak terus-terusan menular.
Adam…
Hawa meminta agar kau bersikap tegas dan berani,
Supaya Hawa takut untuk menggoda dan mendekati,
Supaya syaitan tidak membisikkan godaan nafsu durjana,
Agar kau bisa menjadi pemimpin dan ketua yang diidami Hawa.
Begitu juga Hawa…
Mahalkanlah senyummu yang bisa menawan hati lelaki,
Jagalah dan peliharalah aurat dan maruah dirimu,
Untuk membentengi nafsu yang sangat dibenci,
Agar kau suci terpelihara saat Adam menyuntingmu.
Hawa…
Adam mudah cair dengan keanggunan wajahmu,
Namun…itu bukanlah yang Adam harapkan,
Adam mengharapkan Hawa yang berpegang teguh pada agama sebagai penyuci kalbu,
Adam juga menginginkan Hawa yang sopan dan memelihara aurat dalam berpakaian
Sabtu, 3 September 2011
Tika dulu kau bagai penawar
Mengukir sejarah di bidang perubatan
Penyelamat nyawa tika kesakitan
Martabatmu begitu hina
Hadirmu bak najis semata
Kau hanyalah pemusnah
Generasi dunia
Kau umpama racun yang mengalir
Dalam pembuluh darah
Bagai jarum yang ditusuk hingga ke tulang
Perit..
Pedih..
Kau durjana
Hadirmu membawa derita
Khayalan sementara cuma
Imaginasi dusta di bumi nyata
Membawa kesedihan
Mengundang derita sengsara
Dan mengusung
Kematian
Isnin, 22 Ogos 2011
SeBuAh pEnAnTiAN
Seperti buku usang di atas meja,,
Diantara gudang dan Rumah tua,,
Diantara waktu danasa tertiup angin,,
Tak sengaja terbuka, tertinggal dan tak terbaca,,
Aku melih pergi, tak akan pernah bisa,,
Mencampakan Cinta ini,,
Dan aku akan tetap mencintaiMU,,
Walau tak memiliki Cinta ini,,
PadaMU kutemukan Terang diujung jalan,,
PadaMU juga KU hisap luka yang mengering,,
Aku setia duduk di sudut keheningan,,
Mengais arti dari sebuah bahagia,,
Yang tak kunjung tiba,,
Pada Awan KU jeritkan aroma pedihKU,,
Mengarah seribu duka,,
Cahaya yang semakin pudar,,
Harapan tinggal gulita,,
yang tak bisa KU raba lagi,,
yang tersisa dalam hati,,
KU hanyalah gelap dalam asa,,
AuraMU yang semakin pudar,,
Oleh sikap yang tak pasti,,
SikapMU melemahkan KU,,
BisuMU menyurutkan langkahMU,,
Seperti kemarau yang menanti hujan,,
Dan KU tunggu hatiMU yang masih diam,,
Jumaat, 5 Ogos 2011
::Impianku Mujahidah Acuan Quran::
Impianku menjadi muslimah
Yang cintakan agamanya
Yang mengalir rasa cinta.. takut dan harap
Terus menguasai perjalanan kehidupannya
Dari waktu ke waktu
Sehingga perjanjian antara jasad dan nyawanya berakhir
Impianku menjadi muslimah
Yang di mata dan wajahnya
Terpancar sinar nur Ilahi
Lidahnya basah dengan zikrullah
Sentiasa muraqabah
Setiap waktu sibuk membaiki diri
Di sudut hati kecilnya sentiasa membesarkan Allah
Impianku menjadi mujahidah
Yang bersyukur pada apa yang ada
Yang bersabar pada apa yang tiada
Cinta pada hidup yang sederhana
Demi kebahagiaan abadi di sana
Impianku menjadi mujahidah
Yang menjadi pembela agama
Peribadi solehah hiasan diri
Subur dengan iman dan ketaqwaan
akhirat menjadi utama
Kerana dunia bukan pilihannya
Impianku menjadi srikandi
Yang hatinya berbeza
Kerana diasuh iman dan taqwa
Berbekal al-quran dan as-sunnah
Bersulam pengorbanan
Bisa menggegarkan isi dunia
Terus subur mekar mewangi
Seindah suria menerangi bumi
Harapan ummah yang abadi
Impianku menjadi muslimah,mujahidah,srikandi
Menyoroti langkah Serikandi Nabi s.a.w
menjadi muqarrabin yang taat pada Ilahi
Bermujahadah, merebut kasih Rabbi
Istiqomah pada jalan perjuangan ini demi cinta Ilahi
~stefaislle
